MALANG – Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L'SIMA Ngajum, Rabu (24/06), dalam rangka meninjau pelaksanaan program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Kelas I Malang. Setibanya di lokasi, beliau meninjau area hunian warga binaan serta berbagai sarana dan prasarana pendukung yang tersedia di lingkungan SAE. Beliau juga melihat langsung kondisi kantor, fasilitas kerja petugas, serta sejumlah fasilitas pembinaan yang digunakan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan video profil SAE L'SIMA yang menggambarkan kondisi terkini lahan, sektor usaha yang dikembangkan, serta capaian program pembinaan yang telah berjalan. Setelah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai potensi dan perkembangan SAE, beliau bersama jajaran melanjutkan peninjauan langsung ke lapangan.
Peninjauan diawali di area peternakan ayam petelur yang menjadi salah satu program unggulan SAE Lapas Kelas I Malang. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut melaksanakan panen telur bersama jajaran petugas. Saat ini, peternakan ayam petelur SAE mengelola dua kandang dengan total 2.595 ekor ayam produktif. Hasil produksi telur yang dihasilkan secara konsisten setiap hari menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Program tersebut juga memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan melalui keterlibatan mereka dalam proses pemeliharaan dan pengelolaan peternakan.
Pada kandang pertama, terdapat 1.304 ekor ayam petelur berusia 60 minggu yang mampu menghasilkan rata-rata 1.240 butir telur per hari atau hampir 80 kilogram dengan persentase bertelur mencapai 95 persen. Sementara itu, kandang kedua berisi 1.291 ekor ayam berusia 57 minggu yang menghasilkan sekitar 1.154 butir telur per hari atau 71 kilogram dengan persentase bertelur sebesar 89 persen. Setelah meninjau peternakan ayam, Kakanwil melanjutkan kunjungan ke area peternakan kambing yang saat ini berkembang menjadi 34 ekor dari semula sekitar 10 ekor. Beliau juga meninjau peternakan sapi yang kini berjumlah 12 ekor serta berdialog dengan petugas mengenai pola pemeliharaan dan strategi pengembangannya. Menurut beliau, perkembangan sektor peternakan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan berbasis keterampilan kerja memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan.
Peninjauan kemudian bergeser ke sektor pertanian. Kakanwil melihat langsung lahan budidaya singkong dan ubi madu yang telah menjadi komoditas unggulan SAE L'SIMA. Selain meninjau kondisi tanaman, beliau juga berdiskusi mengenai potensi pengembangan komoditas pertanian lain yang sesuai dengan karakteristik lahan. Dari total luas lahan sekitar 20,5 hektare, masih terdapat kurang lebih 5 hektare lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi dikembangkan menjadi area produktif baru. Potensi tersebut dinilai mampu semakin memperkuat peran SAE sebagai pusat pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung Program Aksi Kemenimipas terkait kemandirian pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil mengapresiasi semangat jajaran Lapas Kelas I Malang dalam mengelola SAE sebagai sarana pembinaan sekaligus penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, capaian yang terlihat saat ini merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan komitmen seluruh petugas dalam mengembangkan program kemandirian yang berkelanjutan. "Kami melihat potensi yang sangat besar di SAE Lapas Kelas I Malang. Karena itu, saya mendorong jajaran untuk membuka ruang sinergi seluas-luasnya dengan pihak ketiga agar lahan yang masih belum termanfaatkan dapat dikembangkan menjadi lahan produktif. Pertahankan semangat dan konsistensi dalam menjalankan program ini. Kantor Wilayah akan mendukung penuh setiap upaya pengembangan SAE sehingga manfaatnya semakin dirasakan, baik bagi pembinaan warga binaan maupun bagi organisasi," tegas beliau.
Sementara itu, Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menyatakan bahwa jajarannya siap mengoptimalkan seluruh sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki untuk terus mengembangkan SAE L'SIMA. Menurut beliau, potensi lahan yang masih tersedia menjadi peluang besar untuk memperluas sektor pertanian, peternakan, maupun bentuk kerja sama produktif lainnya. Beliau juga menegaskan bahwa seluruh jajaran berkomitmen mendukung arahan Kakanwil dalam mengembangkan program ketahanan pangan yang berkelanjutan. "Kami siap mengoptimalkan seluruh potensi yang ada, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, untuk terus mengembangkan SAE L'SIMA. Dengan dukungan Kantor Wilayah dan sinergi bersama berbagai pihak, kami optimistis SAE dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi pembinaan warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan Pemasyarakatan," ujar beliau.
MALANG – Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L'SIMA Ngajum, Rabu (...
SelengkapnyaPemasyarakatan yang aman tidak hanya ditentukan oleh sistem dan sarana yang memadai, tetapi juga berawal dari komitmen seluruh jajaran untuk menjal...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang melakukan percepatan peninjauan kembali terhadap 68 warga binaan yang ditetapkan sebagai tamping melalui pelaksanaan...
SelengkapnyaMalang – Warga binaan yang menjalani program pembinaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum kembali memperoleh...
SelengkapnyaBatu – Lapas Kelas I Malang menyatakan dukungan terhadap upaya penguatan perlindungan hukum bagi kelompok rentan melalui Sosialisasi Balai Harta Pe...
SelengkapnyaMalang – Sebanyak 80 siswa kelas XI SMA Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) bersama 4 guru pendamping mengi...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari