Malang – Warga binaan yang menjalani program pembinaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum kembali memperoleh penguatan pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Lapas Kelas I Malang bekerja sama dengan Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Ngajum, Senin (22/06). Kegiatan yang dilaksanakan di Mushola SAE L’SIMA tersebut diikuti oleh warga binaan dan petugas sebagai bagian dari penguatan pembinaan kepribadian di lingkungan Pemasyarakatan. Pembinaan diawali dengan pelaksanaan sholat Dhuhur berjamaah yang berlangsung dengan khusyuk dan tertib. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Khoirul Anam dari KUA Ngajum. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan antusias dan menjadi bagian dari upaya penguatan nilai spiritual di tengah pelaksanaan program pembinaan di SAE L’SIMA.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pelaksanaan pembinaan di SAE L’SIMA tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian melalui kegiatan produktif seperti pertanian, perkebunan, dan peternakan, tetapi juga diimbangi dengan penguatan aspek kepribadian melalui pembinaan keagamaan secara berkelanjutan. Melalui sinergi dengan KUA Ngajum, warga binaan mendapatkan ruang untuk memperdalam pemahaman keagamaan yang menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter. Materi ceramah yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga ibadah sholat sebagai pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim, sekaligus sarana membentuk kedisiplinan dan pengendalian diri. Selain itu, warga binaan juga diajak untuk memaknai masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri secara menyeluruh, baik secara spiritual maupun perilaku. Kegiatan ini menjadi penguat bahwa pembinaan di SAE L’SIMA dirancang secara holistik.
Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Malang, Agung Sulistyo, menyampaikan bahwa integrasi antara pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pemasyarakatan. Beliau menegaskan bahwa SAE L’SIMA tidak hanya menjadi sarana produktivitas warga binaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang utuh melalui berbagai kegiatan pembinaan. “Di SAE L’SIMA, warga binaan tidak hanya diarahkan untuk mandiri melalui kegiatan pertanian dan produktivitas lainnya, tetapi juga terus diperkuat aspek kepribadiannya melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan bersama KUA Ngajum. Hal ini penting agar proses pembinaan berjalan seimbang antara keterampilan dan pembentukan karakter spiritual,” ujar beliau. Agung menambahkan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari komitmen Lapas Kelas I Malang dalam mewujudkan pembinaan yang menyeluruh. Dengan demikian, SAE L’SIMA diharapkan menjadi model pembinaan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak#Kemenimipas#SetahunBerdampak#ImipasSetahunBergerakBerdampak#ayoberubah#sorryguebeda#inirumahkita#LSIMApastimelayani@christo.toar
Malang – Lapas Kelas I Malang melakukan percepatan peninjauan kembali terhadap 68 warga binaan yang ditetapkan sebagai tamping melalui pelaksanaan...
SelengkapnyaMalang – Warga binaan yang menjalani program pembinaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum kembali memperoleh...
SelengkapnyaBatu – Lapas Kelas I Malang menyatakan dukungan terhadap upaya penguatan perlindungan hukum bagi kelompok rentan melalui Sosialisasi Balai Harta Pe...
SelengkapnyaMalang – Sebanyak 80 siswa kelas XI SMA Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) bersama 4 guru pendamping mengi...
SelengkapnyaSegenap Keluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Ulang Tahun
Moch. Agung Bachtiar
Kepala Seksi Perawata...
SelengkapnyaMalang – Seluruh pegawai Lapas Kelas I Malang mulai mengikuti asesmen pegawai melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari