MALANG – Kepala Lapas Malang, Christo Victor Nixon Toar, didampingi Kepala Ksetauan Pengamanan Lapas, Syaril Efendi, kembali menekankan pentingnya peran jajaran pengamanan sebagai penggerak pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Program Aksi Nomor 6 tentang pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan, Senin siang(26/10). Pesan tersebut menjadi penguatan bagi seluruh personel agar memahami bahwa tugas pengamanan tidak sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mewujudkan kebijakan prioritas kementerian. “Jajaran pengamanan memiliki peran strategis dalam memastikan program aksi ini berjalan. Setiap petugas harus memahami tanggung jawabnya, tidak hanya dalam menjaga situasi tetap aman dan tertib, tetapi juga dalam mencegah masuknya barang terlarang, mengantisipasi peredaran narkoba, serta menutup celah bagi berbagai modus penipuan di dalam lapas,” tegasnya.
Menurut Christo, keberhasilan pelaksanaan program aksi membutuhkan keterlibatan aktif dan integritas seluruh personel dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kewaspadaan harus dibangun melalui pengawasan yang konsisten, kemampuan mengenali potensi gangguan sejak dini, komunikasi antarpersonel, serta keberanian bertindak sesuai ketentuan ketika menemukan indikasi pelanggaran. Ia juga mengingatkan agar tidak ada petugas yang menganggap pengamanan sebagai rutinitas semata, sebab kelalaian sekecil apa pun dapat membuka peluang terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. “Saya ingin seluruh jajaran bekerja dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Jangan hanya menunggu masalah terjadi, tetapi bangun kepekaan untuk mengenali potensi risiko sejak awal. Kita harus menjadi bagian dari solusi dan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan yang dapat merusak keamanan maupun kepercayaan terhadap institusi,” pesannya.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa pengamanan yang optimal merupakan fondasi penting bagi keberhasilan seluruh program pembinaan di Lapas Malang. Lingkungan yang aman dan tertib memungkinkan warga binaan mengikuti berbagai kegiatan secara maksimal, mulai dari pembinaan kepribadian, pelatihan kemandirian, pendidikan, hingga program ketahanan pangan. Karena itu, jajaran pengamanan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencegahan gangguan, tetapi juga memahami kontribusi tugasnya terhadap tujuan pemasyarakatan secara menyeluruh. “Keamanan bukan tujuan yang berdiri sendiri, melainkan dasar agar seluruh proses pembinaan dapat berjalan dengan baik. Saya berharap setiap petugas mengambil peran aktif, menjaga integritas, dan bekerja secara profesional. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga lapas tetap kondusif, tetapi juga ikut memastikan program-program pemasyarakatan memberikan manfaat bagi warga binaan dan masyarakat,” tutupnya.
Bekerja, Bergerak – Berdampak! #2TahunGerakNyata #inirumahkita #LSIMApastimelayani #ayoberubah #sorryguebeda
MALANG – Kepala Lapas Malang, Christo Victor Nixon Toar, didampingi Kepala Ksetauan Pengamanan Lapas, Syaril Efendi, kembali menekankan pentingnya...
SelengkapnyaMALANG – Sebanyak 21 warga binaan pekerja brandgang atau pekerja lahan pertanian di lingkungan Lapas Kelas I Malang menerima...
SelengkapnyaMALANG – Sebanyak 98 warga binaan calon peserta program reedukasi mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) di halaman Museum Pendjara Low...
SelengkapnyaMALANG – Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Kelas I Malang menggelar pelatihan pembuatan kue (bakery) bagi warga binaan selama ti...
SelengkapnyaMALANG – Percepatan program rehabilitasi dan reedukasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang berlanjut ke tahap asesmen oleh...
SelengkapnyaSIDOARJO – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, mendampingi pelaksanaan Entry Meeting dan Monitoring dan E...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari