MALANG – Lahan brandgang di sisi selatan Lapas Kelas I Malang kini memiliki wajah berbeda setelah dimanfaatkan sebagai area pertanian jagung. Sebanyak 26 warga binaan terlibat langsung dalam proses penggarapan lahan hingga menanam dan merawat jagung manis varietas Talenta atau jagung hibrida F1 tersebut. Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi pengalaman baru karena lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diolah menjadi area pertanian produktif. Mereka belajar mulai dari menyiapkan lahan, menanam, merawat tanaman, hingga akhirnya merasakan proses panen hasil kerja bersama. Pemanfaatan lahan brandgang ini sekaligus memperluas ruang pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian yang dikerjakan secara langsung oleh warga binaan.
Panen perdana yang dilaksanakan setelah Upacara Hari Kesaktian Pancasila menjadi penanda bahwa proses panjang tersebut mulai memberikan hasil. Di balik jagung yang dipanen, terdapat pengalaman warga binaan dalam mengenal karakter lahan, menjaga tanaman, melakukan perawatan, hingga menghadapi berbagai tantangan selama masa pertumbuhan. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga memahami bahwa hasil pertanian membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kegiatan pertanian di brandgang juga menjadi bagian dari upaya Lapas Malang menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif dan memiliki nilai keterampilan. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan di bidang pertanian ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan bahwa pemanfaatan lahan brandgang menjadi pertanian merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan melalui kegiatan yang produktif. “Yang kita bangun bukan hanya lahannya, tetapi juga pengalaman dan keterampilan warga binaan. Ketika mereka ikut mengolah tanah, menanam, merawat sampai memanen, ada proses belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah pekerjaan menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan bersama,” ujarnya. Christo menambahkan bahwa pengembangan pertanian tersebut sejalan dengan upaya memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. “Kami ingin lahan yang ada bisa terus dimanfaatkan dan memberikan manfaat, baik untuk pembinaan warga binaan maupun untuk mendukung ketahanan pangan,” tambahnya.
Bersama Kemenimipas! Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak!
#ImipasSetahunBergerakBerdampak#inirumahkita#LSIMApastimelayani
#ayoberubah#sorryguebeda
MALANG – Lahan brandgang di sisi selatan Lapas Kelas I Malang kini memiliki wajah berbeda setelah dimanfaatkan sebagai area p...
SelengkapnyaMALANG – Sebanyak 502 tanaman melon yang berada di dua greenhouse Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum mulai menu...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Dirgahayu Tentara Nasional...
SelengkapnyaMALANG – Lapas Kelas I Malang mengikuti Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tah...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Selamat Memperingati Hari K...
SelengkapnyaMALANG – Empat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) merampungkan rangkaian program pengabdian m...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari