MALANG – Sebanyak 502 tanaman melon yang berada di dua greenhouse Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum mulai menunjukkan pertumbuhan pada usia 26 hari setelah tanam (HST). Budidaya melon tersebut merupakan bagian dari program pengabdian dosen Universitas Negeri Malang yang dikembangkan di kawasan SAE L’SIMA sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Memasuki usia tersebut, tanaman mulai membutuhkan penanganan yang lebih terarah agar pertumbuhannya dapat berkembang secara optimal. Salah satu tahapan yang mulai dipersiapkan adalah pemasangan media rambat untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman melon. Pemeliharaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan perkembangan tanaman di dalam kedua greenhouse tersebut.
Persiapan media rambat dilakukan oleh dua warga binaan dengan didampingi seorang petugas. Media rambat disiapkan agar tanaman melon dapat tumbuh secara vertikal dan lebih tertata seiring perkembangan batang serta sulurnya. Penataan tersebut juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan tanaman menjelang memasuki fase pembungaan dan pembentukan buah. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya terlibat dalam pekerjaan pertanian, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai tahapan budidaya melon dalam lingkungan greenhouse. Proses tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang menggabungkan kegiatan produktif dengan pembelajaran keterampilan pertanian.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja) Lapas Kelas I Malang, Joko Prayitno, mengatakan bahwa setiap tahapan budidaya dilakukan dengan memperhatikan perkembangan tanaman agar hasil yang diperoleh dapat optimal. “Kami ingin kegiatan di SAE L’SIMA tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan yang bisa dipelajari warga binaan. Karena itu, setiap proses mulai dari penanaman, perawatan, perambatan hingga nantinya pemeliharaan buah dilakukan secara bertahap dan didampingi petugas. Harapannya, warga binaan dapat memahami proses budidaya secara utuh sekaligus memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya. Ia menambahkan, pengembangan budidaya melon melalui program pengabdian dosen Universitas Negeri Malang menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang mendukung penguatan kegiatan ketahanan pangan di SAE L’SIMA.
Bersama Kemenimipas! Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak!
#ImipasSetahunBergerakBerdampak#inirumahkita#LSIMApastimelayani
#ayoberubah#sorryguebeda
MALANG – Lahan brandgang di sisi selatan Lapas Kelas I Malang kini memiliki wajah berbeda setelah dimanfaatkan sebagai area p...
SelengkapnyaMALANG – Sebanyak 502 tanaman melon yang berada di dua greenhouse Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum mulai menu...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Dirgahayu Tentara Nasional...
SelengkapnyaMALANG – Lapas Kelas I Malang mengikuti Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tah...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Selamat Memperingati Hari K...
SelengkapnyaMALANG – Empat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) merampungkan rangkaian program pengabdian m...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari