Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang meresmikan Griya Abhipraya Tumpang, Kamis (9/7), sebagai upaya memperluas jangkauan pembimbingan bagi klien pemasyarakatan. Peresmian dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, dan dihadiri para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Korwil Malang. Lapas Kelas I Malang turut hadir dan diwakili oleh Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Asmuri. Sebelum peresmian, Kepala Bapas Kelas I Malang, Karto Rahardjo, menyampaikan laporan mengenai pembangunan dan tujuan pendirian Griya Abhipraya Tumpang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda resmi beroperasinya fasilitas pemberdayaan tersebut.Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Kakanwil Kusnali bersama Kepala Bapas Kelas I Malang. Momen ini menjadi simbol dimulainya operasional Griya Abhipraya Tumpang sebagai rumah pembimbingan dan pemberdayaan klien pemasyarakatan. Para tamu undangan turut menyaksikan prosesi tersebut dengan penuh antusias. Kehadiran Griya Abhipraya diharapkan mampu memperluas akses layanan pemasyarakatan hingga menjangkau masyarakat di wilayah Tumpang dan sekitarnya. Semangat kolaborasi antar-UPT pun tampak dalam rangkaian seremoni tersebut.Usai peresmian, rombongan meninjau berbagai fasilitas yang tersedia di Griya Abhipraya Tumpang. Salah satu fungsi utama fasilitas ini adalah memberikan kemudahan layanan wajib lapor bagi klien pemasyarakatan yang berdomisili di wilayah Tumpang dan sekitarnya. Dengan adanya Griya Abhipraya, klien tidak lagi harus menempuh perjalanan ke kantor Bapas di pusat Kota Malang untuk memperoleh layanan pembimbingan. Pelayanan yang lebih dekat diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan klien sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial. Selain menjadi tempat wajib lapor, fasilitas ini juga menjadi ruang pembimbingan kepribadian dan kemandirian bagi para klien.Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kusnali juga meninjau stan pameran produk hasil karya klien pemasyarakatan. Berbagai produk UMKM dipamerkan, mulai dari olahan pangan hingga produk kriya yang dihasilkan melalui program pembimbingan kemandirian. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa klien memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomis. Griya Abhipraya juga diharapkan menjadi ruang promosi bagi hasil karya klien maupun produk dari UPT Pemasyarakatan di wilayah Malang Raya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.Kakanwil Kusnali menyempatkan diri berdialog secara langsung dengan para klien pemasyarakatan yang mengikuti kegiatan pembimbingan. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, memberikan semangat baru bagi para klien untuk terus mengikuti proses pembinaan. Kakanwil juga memberikan motivasi agar mereka memanfaatkan kesempatan pembimbingan sebagai bekal memperbaiki diri. Menurutnya, pembimbingan yang berkelanjutan akan membantu klien kembali diterima di lingkungan masyarakat. Kehadiran Griya Abhipraya diharapkan menjadi rumah harapan yang mampu menghubungkan klien dengan berbagai peluang pemberdayaan.Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, Kakanwil bersama para tamu undangan melakukan penebaran bibit ikan lele di area budidaya Griya Abhipraya Tumpang. Budidaya lele menjadi salah satu sarana pembimbingan kemandirian yang melibatkan klien pemasyarakatan secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, para klien dibekali keterampilan budidaya yang dapat menjadi bekal usaha setelah kembali ke masyarakat. Program ini juga menunjukkan bahwa pembimbingan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan teori, tetapi juga praktik yang memberikan manfaat nyata. Ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi menjadi dua aspek yang berjalan beriringan dalam pelaksanaannya.Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di lingkungan Griya Abhipraya Tumpang. Penanaman pohon menjadi simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus komitmen membangun pembimbingan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga melibatkan para tamu undangan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Griya Abhipraya. Selain memperindah kawasan, pohon yang ditanam diharapkan memberikan manfaat bagi lingkungan pada masa mendatang. Semangat menjaga alam menjadi bagian dari nilai positif yang turut ditanamkan kepada klien pemasyarakatan.Kakanwil Kusnali juga mengunjungi kedai kopi yang merupakan hasil kolaborasi dengan BLUD Roasterei. Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat menjamu tamu, tetapi juga dirancang sebagai laboratorium praktik kewirausahaan bagi klien di bidang food and beverage. Melalui fasilitas tersebut, klien memperoleh kesempatan mempelajari keterampilan pelayanan dan pengelolaan usaha secara langsung. Inovasi ini menunjukkan bahwa pembimbingan dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang. Kolaborasi dengan berbagai mitra diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang pemberdayaan bagi klien pemasyarakatan.Mengakhiri rangkaian kegiatan, Kakanwil Kusnali memberikan apresiasi atas hadirnya Griya Abhipraya Tumpang sebagai rumah harapan bagi klien pemasyarakatan. Ia menyampaikan bahwa kehadiran Griya Abhipraya mendukung dan membantu klien sebagai tempat wajib lapor sekaligus pembimbingan. Selain itu, fasilitas tersebut juga menjadi sarana untuk memasarkan hasil UMKM klien maupun produk dari lapas-lapas di wilayah sekitar. "Saya yakin kehadiran Griya Abhipraya ini dapat mendukung klien pemasyarakatan agar ke depannya lebih bermanfaat lagi untuk masyarakat," ujar Kusnali. Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para mitra terus diperkuat sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Malang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang kembali menunjukkan bahwa program pembinaan warga binaan mampu memberikan manfaat nyata b...
SelengkapnyaBalai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang meresmikan Griya Abhipraya Tumpang, Kamis (9/7), sebagai upaya memperluas jangkauan pembimbingan bagi k...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang berorientasi p...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, melaksanakan monitoring pelayanan kunjungan...
SelengkapnyaMalang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Kelas I Malang menggelar pertemuan rutin di halaman rumah dinas Kalapas, Sabtu (...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari