Malang - Lapas Kelas I Malang menerima pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Malang bertema “Ready For Society” di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Malang, Jumat (26/6). Kegiatan ini mengangkat program psikoedukasi persiapan transisi dan kewirausahaan kreatif sebagai upaya mitigasi stres pasca bebas bagi warga binaan. Seluruh warga binaan SAE L'Sima mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bekal menghadapi proses reintegrasi sosial. Acara dibuka oleh Dr. dr. Dhian Kartikasari, S.Ked., M.M.R.S., M.H. yang menyampaikan harapannya agar kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi warga binaan. Melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan Lapas Kelas I Malang, program ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan mental sekaligus meningkatkan kemandirian warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Materi psikoedukasi disampaikan oleh dr. Dennada Bagus Putra Perdana, Sp.KJ., M.H. yang menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar warga binaan setelah bebas adalah kebingungan dalam menentukan langkah kehidupan selanjutnya. Ia mengajak peserta untuk selalu mengingat pengalaman selama menjalani pidana sebagai pengingat agar tidak mengulangi kesalahan, tetap aktif dalam kegiatan positif, serta berani kembali bersosialisasi, dimulai dari lingkungan tempat ibadah. Menurutnya, perubahan perilaku menjadi lebih baik akan membuat masyarakat lebih mudah menerima mantan warga binaan. Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fisik maupun mental. Dalam sesi pengendalian emosi, peserta dibekali teknik sederhana seperti menarik napas selama sepuluh detik, memberi jeda sebelum bereaksi saat marah, serta mengalihkan emosi melalui aktivitas yang positif dan tidak merugikan orang lain.
Pada sesi kewirausahaan kreatif, Mas Prasdika, Owner Dekaspace, memperkenalkan peluang usaha di bidang home decor melalui pembuatan dan penjualan karya gambar berbingkai. Ia juga membuka kesempatan bagi warga binaan yang telah bebas untuk belajar dan memperoleh pendampingan usaha sebagai bekal membangun usaha mandiri. Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Malang menyerahkan hibah berupa mesin laminating, mesin pemanas plastik shrink, mesin sealer plastik, serta bahan praktik untuk pelatihan di SAE L'Sima. Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Malang, Asmuri, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bekal penting bagi warga binaan dalam mempersiapkan kehidupan pasca bebas melalui keterampilan dan peluang usaha. Ia menambahkan, sinergi antara Lapas Kelas I Malang dan Universitas Negeri Malang diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial serta mencetak warga binaan yang produktif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Malang - Lapas Kelas I Malang tengah melaksanakan Program Bulan Membangun SDM, sebuah program pengembangan kompetensi yang diikuti oleh seluruh pet...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Senop...
Selengkapnya
kepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Malang - Lapas Kelas I Malang menerima pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Malang bertema “Ready For Society”...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Selamat Hari Anti Narkotika...
SelengkapnyaMalang - Komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan terus diwujudkan melalui penguatan...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari