Malang - Sebanyak 88 warga binaan Lapas Kelas I Malang mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam rangka pengusulan program integrasi, Kamis (11/06). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Tim TPP Lapas Kelas I Malang serta dua Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Kelas I Malang. Sidang diawali dengan mengumpulkan seluruh warga binaan yang akan mengikuti proses penilaian sebagai bagian dari tahapan pengusulan integrasi. Selanjutnya, Tim TPP melakukan pengamatan dan penilaian perilaku warga binaan berdasarkan Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN) dan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN). Proses tersebut menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi secara objektif terhadap kelayakan warga binaan untuk memperoleh program integrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim TPP Lapas Kelas I Malang, Agung Sulistyo, memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh warga binaan yang mengikuti sidang. Beliau berharap kegiatan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus menunjukkan perubahan perilaku yang positif selama menjalani masa pidana. “Saya harap setelah mengikuti Sidang TPP, warga binaan semakin rajin mengikuti pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun kegiatan kemandirian,” ujar beliau. Agung juga mengingatkan bahwa pemberian integrasi bukanlah sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma, melainkan terdapat kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap warga binaan. Beliau menegaskan pentingnya aktif mengikuti kegiatan pembinaan, menjaga perilaku yang baik, serta tidak melakukan pelanggaran agar hak integrasi dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Kelas I Malang turut memberikan penguatan terkait tanggung jawab yang harus dijalankan setelah warga binaan memperoleh program integrasi. Beliau menjelaskan bahwa warga binaan yang telah mendapatkan integrasi tetap berada dalam proses pembimbingan dan pengawasan oleh Bapas hingga masa bimbingannya berakhir. “Jika sudah mendapatkan integrasi, tolong untuk warga binaan aktif melakukan absen di Bapas, mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Bapas serta tidak melakukan kembali tindakan melanggar hukum lagi,” pesan beliau. Kegiatan Sidang TPP ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemberian integrasi berjalan secara akuntabel, terukur, dan sesuai dengan perkembangan pembinaan yang telah dicapai warga binaan. Melalui sinergi antara Lapas dan Bapas, diharapkan warga binaan semakin siap untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan taat hukum.
Malang - Sebanyak 88 warga binaan Lapas Kelas I Malang mengikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam rangka pengusulan program integrasi...
SelengkapnyaMalang - Kegiatan panen kangkung kembali dilaksanakan oleh warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L'SIMA Lapas Ke...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan Bimbingan Kerja (Bimker) Pengelasan yang diikuti...
SelengkapnyaSegenap Keluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Hari Raya Galungan
Tahun Saka 1948
“Semoga...
SelengkapnyaSidoarjo - Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menghadiri kegiatan Pisah Sambut Kepala Kantor Wilayah Direktor...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang menerima kunjungan tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bersama Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Ko...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari