Malang – Lapas Kelas I Malang menggelar kegiatan sharing knowledge terkait Integrasi dan Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN) sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta kapasitas petugas dalam pelaksanaan pembinaan dan penempatan warga binaan yang lebih tepat sasaran. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi sumber daya manusia ini menghadirkan empat pegawai dari Bapas Kelas I Malang sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi konsep integrasi, mekanisme pengisian instrumen ISPN, hingga pemanfaatan hasil screening sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses pembinaan dan penempatan narapidana. Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dalam mendukung pelaksanaan tugas yang profesional dan berbasis asesmen. Sebanyak tujuh pegawai Lapas Kelas I Malang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan pembahasan berbagai studi kasus yang kerap ditemui dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya ISPN sebagai instrumen untuk mengidentifikasi tingkat risiko dan kebutuhan warga binaan. Hasil dari screening tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan program pembinaan maupun penempatan yang sesuai bagi setiap narapidana. Selain meningkatkan pemahaman teknis, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara Lapas dan Bapas dalam mendukung tujuan pemasyarakatan. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, diharapkan kualitas layanan pembinaan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Malang, Agung Sulistyo, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana penguatan kapasitas petugas. Beliau menegaskan bahwa pemahaman yang baik mengenai integrasi dan ISPN sangat penting untuk mendukung pelaksanaan pembinaan yang efektif dan tepat sasaran. “Kegiatan sharing knowledge ini menjadi wadah yang sangat bermanfaat untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kompetensi petugas dalam memahami integrasi dan Instrumen Screening Penempatan Narapidana. Dengan pemahaman yang baik, proses penempatan dan pembinaan warga binaan dapat dilakukan secara lebih terukur, sesuai tingkat risiko, kebutuhan, dan prinsip pemasyarakatan modern,” ujar beliau. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara Lapas dan Bapas merupakan kunci dalam mewujudkan pembinaan yang berkualitas dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung peningkatan profesionalisme petugas Pemasyarakatan.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak#Kemenimipas#SetahunBerdampak#ImipasSetahunBergerakBerdampak#ayoberubah#sorryguebeda#inirumahkita#LSIMApastimelayani@christo.toar
Malang – Lapas Kelas I Malang menggelar kegiatan sharing knowledge terkait Integrasi dan Instrumen Screening Penempatan Narap...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan Penguatan Kepolisian Khusus (Polsus) yang...
SelengkapnyaMalang – Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, melaksanakan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Markas Korem 083/Baladh...
SelengkapnyaKeluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Ulang Tahun Bapak Eksa Rahnuzulian Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pema...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang menerima kunjungan akademik dari 24 mahasiswa Jurusan Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka observ...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang menggelar rapat evaluasi pembangunan Zona Integritas dalam rangka mempertahankan predikat Wilayah Birokrasi Bersih da...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari