Malang - Memasuki bulan Ramadan, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok khususnya telur ayam terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan di pasar, Selasa (17/3). Guna mengantisipasi kelangkaan dan menjaga stabilitas harga, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Malang turut mengambil peran penting dalam mendistribusikan hasil produksinya. Produk telur dari hasil pembinaan kemandirian warga binaan ini kini rutin masuk ke pasar-pasar lokal untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Keterlibatan pihak Lapas ini menunjukkan bahwa sektor pembinaan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas di tengah tingginya tren belanja. Langkah ini pun mendapat apresiasi karena dianggap sebagai solusi efektif untuk menjaga ketahanan pangan daerah selama bulan suci.Produktivitas peternakan di dalam lapas saat ini berada dalam kondisi yang sangat optimal berkat perawatan yang intensif dari para warga binaan. Setiap harinya, fasilitas SAE ini mampu memanen telur rata-rata sebanyak 140 kg yang siap didistribusikan langsung ke para pengepul dan pedagang pasar. Konsistensi produksi ini menjadi kunci utama agar pasokan di tingkat pengecer tetap terjaga tanpa adanya kekosongan stok yang memicu kenaikan harga. Proses pengambilan telur dilakukan dengan standar kebersihan yang baik untuk menjamin kualitas protein hewani terbaik bagi konsumen. Dengan volume produksi yang stabil, SAE Lapas Kelas I Malang kini menjadi salah satu pemasok andalan yang diperhitungkan di wilayah sekitar.Keberhasilan produksi ini didukung oleh populasi ayam petelur sebanyak 2.615 ekor dengan tingkat kematian yang sangat rendah, yakni hanya satu persen. Kalapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dikelola secara profesional. Beliau menegaskan bahwa rendahnya angka mortalitas unggas mencerminkan kedisiplinan warga binaan dalam menjaga sanitasi kandang dan pemberian pakan berkualitas. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas ini agar peran Lapas dalam mendukung ketersediaan pangan masyarakat semakin optimal," ujar Teguh Pamuji menutup penjelasannya. Ke depannya, program asimilasi ini diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat nanti.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Malang – Lapas Kelas I Malang menerima kunjungan kerja sekaligus penguatan dari PK Ahli Utama Ditjenpas, Nugroho, yang disamb...
SelengkapnyaMalang - Memasuki bulan Ramadan, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok khususnya telur ayam terus mengalami lonjakan yang cukup...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang menggelar layanan kunjungan sekaligus buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga pada...
SelengkapnyaMALANG – Lapas Kelas I Malang kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Kamis (12/03) guna membahas usulan pemberian hak inte...
Selengkapnyaeluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Ulang Tahun
Ibu Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S
Ketua DPRD...
SelengkapnyaHalo Sobat L'SIMA! Siapa kemarin yang nanyain kapan ada Buka Bersama Warga Binaan dengan Keluarga?!
Nah! ini dia jadwal layanannya...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari