MALANG – Lapas Kelas I Malang kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Kamis (12/03) guna membahas usulan pemberian hak integrasi bagi warga binaan. Sidang tersebut membahas ratusan warga binaan dalam usulan program Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), serta penempatan asimilasi kerja di SAE L’SIMA Ngajum sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan Pemasyarakatan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta petugas pembinaan yang melakukan penilaian secara komprehensif terhadap warga binaan yang diusulkan. Setiap usulan dibahas berdasarkan hasil pembinaan yang telah dijalani serta indikator penurunan tingkat risiko. Melalui forum TPP ini, seluruh aspek pembinaan, kesiapan, dan keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan diambil.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Malang, Asmuri, menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan proses seleksi penting untuk memastikan kualitas pelaksanaan program integrasi bagi warga binaan. Beliau menyampaikan bahwa penilaian tidak hanya didasarkan pada pemenuhan syarat administratif, tetapi juga memperhatikan perilaku serta partisipasi warga binaan dalam kegiatan pembinaan. “Sidang TPP menjadi proses seleksi yang ketat untuk menjaga kualitas pelaksanaan integrasi. Warga binaan harus menunjukkan perilaku yang baik yang tercermin dari penurunan tingkat risiko serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa kemampuan atau keterampilan yang dimiliki warga binaan menjadi bekal penting ketika nantinya kembali ke masyarakat. Dengan demikian, proses pembinaan yang dijalani selama di dalam Lapas diharapkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masa depan mereka.
Sementara itu, Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas I Malang, Yuliawan Dwi Nugroho, menekankan bahwa aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama dalam setiap proses pengusulan integrasi. Beliau menjelaskan bahwa indikator penurunan risiko menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum warga binaan mendapatkan rekomendasi dari Sidang TPP. “Kami memastikan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas, sehingga hanya warga binaan yang benar-benar memenuhi kriteria serta menunjukkan penurunan risiko yang dapat diusulkan,” ungkap beliau. Setelah melalui pembahasan dan pertimbangan menyeluruh dalam sidang tersebut, diputuskan sebanyak 12 orang warga binaan dinyatakan siap untuk melaksanakan program asimilasi kerja di SAE L’SIMA Ngajum dalam waktu dekat. Keputusan ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi pembinaan kemandirian sekaligus memperkuat kontribusi Pemasyarakatan dalam program ketahanan pangan.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Malang – Lapas Kelas I Malang menerima kunjungan kerja sekaligus penguatan dari PK Ahli Utama Ditjenpas, Nugroho, yang disamb...
SelengkapnyaMalang - Memasuki bulan Ramadan, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok khususnya telur ayam terus mengalami lonjakan yang cukup...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang menggelar layanan kunjungan sekaligus buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarga pada...
SelengkapnyaMALANG – Lapas Kelas I Malang kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Kamis (12/03) guna membahas usulan pemberian hak inte...
Selengkapnyaeluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Ulang Tahun
Ibu Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S
Ketua DPRD...
SelengkapnyaHalo Sobat L'SIMA! Siapa kemarin yang nanyain kapan ada Buka Bersama Warga Binaan dengan Keluarga?!
Nah! ini dia jadwal layanannya...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari