Malang — Traktor yang sebelumnya rusak dan sempat mangkrak di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA berhasil diperbaiki oleh warga binaan Lapas Kelas I Malang, Selasa (10/03). Sebelumnya, kegiatan pengolahan lahan di area SAE hanya mengandalkan satu unit traktor yang masih beroperasi sehingga proses pengerjaan lahan menjadi kurang maksimal. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya perbaikan agar sarana pertanian dapat kembali dimanfaatkan secara optimal. Dengan memanfaatkan keterampilan teknis yang dimiliki, warga binaan berinisiatif melakukan perbaikan terhadap traktor yang tidak lagi berfungsi. Upaya tersebut menjadi bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian yang menekankan penguatan keterampilan teknis bagi warga binaan.
Proses perbaikan diawali dengan pemeriksaan menyeluruh pada bagian mesin, sistem bahan bakar, hingga komponen penggerak utama. Warga binaan yang memiliki kemampuan teknis dilibatkan langsung dalam proses tersebut dengan pendampingan petugas. Mereka mengidentifikasi sumber kerusakan serta melakukan penggantian sejumlah komponen yang diperlukan agar traktor dapat kembali beroperasi. Selain mengembalikan fungsi alat, kegiatan ini juga menjadi sarana praktik kerja nyata bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan mereka. Semangat gotong royong dan tanggung jawab terlihat selama proses perbaikan berlangsung, sekaligus menunjukkan bahwa tangan terampil warga binaan merupakan aset penting dalam mendukung berbagai kegiatan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Kini, setelah traktor yang sebelumnya mangkrak berhasil diperbaiki, jumlah alat yang beroperasi di SAE bertambah menjadi dua unit sehingga pengolahan lahan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien. Peningkatan sarana ini turut mendukung keberlangsungan program pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kerja keras warga binaan dalam memperbaiki sarana tersebut. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa tangan terampil warga binaan adalah salah satu indikator keberhasilan pembinaan kemandirian. Keterampilan tersebut merupakan investasi penting, bukan hanya bagi warga binaan sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan Pemasyarakatan,” ujar beliau. Beliau menambahkan bahwa dalam membangun berbagai kegiatan produktif seperti industri, pertanian, maupun peternakan, keahlian teknis merupakan motor penggerak yang sangat penting sehingga pembinaan keterampilan akan terus diperkuat dan didorong secara berkelanjutan.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Malang – Kepala Lapas Kelas I Malang Teguh Pamuji membagikan ratusan paket sayuran hasil budidaya warga binaan kepada keluarg...
SelengkapnyaMalang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kepala Lapas Kelas I Malang Teguh Pamuji mengajak seluruh jajaran pejabat str...
SelengkapnyaMalang — Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) V/3 Malang Mayor Cpm Sintong P. Hutabarat melaksanakan kunjungan perda...
SelengkapnyaMalang — Traktor yang sebelumnya rusak dan sempat mangkrak di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA berhasil diperbaiki oleh warga b...
SelengkapnyaKeluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Ulang Tahun Ke - 59
Irjen. Pol. Drs. Mashudi, Direktur Jenderal Pema...
SelengkapnyaMalang – Warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Malang di Ngajum mengikuti k...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari