Sidoarjo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, menjalin sinergi strategis dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur, Rusman Hadi, dalam upaya memperkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan. Pertemuan yang digelar di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur pada Senin (02/03) tersebut menjadi langkah konkret kolaborasi lintas sektor dalam mendorong program pembinaan berbasis industri. Sinergi ini difokuskan pada penguatan pola kerja sama yang berorientasi pada produktivitas dan standar mutu industri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembinaan kerja yang adaptif terhadap kebutuhan pasar. Dengan demikian, program kemandirian tidak hanya bersifat pelatihan, tetapi juga terintegrasi dalam rantai produksi riil.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Bea dan Cukai Sidoarjo, Kepala Lapas Kelas I Malang, serta Kepala Lapas Kelas I Madiun. Kehadiran para pimpinan satuan kerja tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memperluas ruang keterampilan dan peluang kerja produktif bagi warga binaan, khususnya di Lapas Kelas I Malang dan Lapas Kelas I Madiun, dengan melibatkan PT Formosa Indo Sukses sebagai mitra industri. Sebelumnya, kerja sama pembinaan telah berjalan di Lapas Kelas I Malang melalui program garmen yang memberdayakan warga binaan dalam proses produksi. Program tersebut memberikan pelatihan teknis sekaligus pengalaman kerja berbasis target dan kontrol kualitas. Skema ini menjadi model pembinaan berbasis industri yang dapat direplikasi di satuan kerja lain.
Kadiyono menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan modern yang berorientasi pada reintegrasi sosial. “Kami ingin memastikan warga binaan memiliki keterampilan yang relevan dan aplikatif, sehingga ketika menyelesaikan masa pidana, mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal kemampuan yang produktif,” ujarnya. Melalui sinergi ini, kolaborasi antara Pemasyarakatan, Bea dan Cukai, serta sektor industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun pemasyarakatan yang adaptif dan kolaboratif. Pada akhirnya, penguatan kerja sama lintas sektor ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara terukur dan berdaya saing.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Sidoarjo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, menjalin sinergi strategis dengan Kepala Kantor Wilayah D...
SelengkapnyaMalang – Memasuki minggu kedua pelaksanaan layanan kunjungan bulan Ramadan, Lapas Kelas I Malang tidak pernah sepi dari pengu...
SelengkapnyaMalang – Kegiatan bertajuk “Merangkul Berkah” yang digelar oleh Baitulmaal Muamalat (BMM) menjadi wujud nyata kepedulian terhadap pembinaan di Lapa...
SelengkapnyaMalang – Warga binaan Lapas Kelas I Malang melaksanakan kegiatan penanaman singkong mentega di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE)...
SelengkapnyaMalang – Tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melaksanakan pemeriksaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang terus menunjukkan produktivitas pembinaan kemandirian di sektor garmen meskipun dalam sua...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari