Malang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang terus menunjukkan produktivitas pembinaan kemandirian di sektor garmen meskipun dalam suasana Ramadan(26/02). Suara deru mesin jahit tetap bergemuruh dari dalam ruang kerja, menandakan aktivitas produksi berjalan konsisten setiap hari. Saat ini, unit garmen memberdayakan 32 warga binaan sebagai pekerja tetap serta 20 warga binaan magang yang turut dilibatkan dalam proses produksi. Mereka menggarap pesanan dari PT Formosa Indo Sukses yang telah menjalin kerja sama sejak akhir tahun lalu. Proyek yang dikerjakan berupa bagian sandaran untuk produk kursi santai, dengan capaian produksi rata-rata 200 hingga 300 pieces per hari.
Produktivitas tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan teknis warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui sistem premi. Premi diberikan kepada warga binaan setelah mencapai target jumlah pesanan tertentu dan hasil pekerjaan dinyatakan diterima oleh pihak perusahaan. Skema ini dirancang untuk menumbuhkan etos kerja, kedisiplinan, serta tanggung jawab terhadap standar kualitas produksi. Kepala Seksi Bimbingan Kerja, Hamlana Riska, menegaskan bahwa program garmen terus berkembang dan terbuka bagi warga binaan lain yang ingin terlibat. “Bimbingan kerja terus berkolaborasi dengan Seksi Pembinaan untuk melibatkan warga binaan, termasuk narapidana baru, agar dapat mencoba magang di unit garmen dan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki,” ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa saat ini tersedia 80 unit mesin jahit yang siap dioptimalkan untuk mendukung kapasitas produksi. Oleh karena itu, pihaknya terus menggencarkan pendampingan dan sosialisasi agar semakin banyak warga binaan bergabung dalam kegiatan produktif tersebut. Selain sebagai wadah pembinaan kemandirian, keaktifan dalam kegiatan kerja juga menjadi salah satu indikator penting dalam proses penilaian pembinaan. “Dalam Sidang TPP, partisipasi aktif warga binaan dalam program kemandirian turut menjadi bahan pertimbangan dalam pengusulan asimilasi maupun hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bersyarat,” jelas beliau. Dengan demikian, unit garmen tidak hanya menjadi ruang produksi, tetapi juga sarana strategis pembentukan karakter, tanggung jawab, dan kesiapan reintegrasi sosial.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Malang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang terus menunjukkan produktivitas pembinaan kemandirian di sektor garmen meskipun dalam sua...
SelengkapnyaSidoarjo – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur menggelar Entry Meeting bersama Badan Pemeriksa Keuan...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menggelar kegiatan ibadah Tarawih yang dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an di Masjid At-Taubah Lapa...
SelengkapnyaSidoarjo – Komisi XIII DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Provinsi Jawa...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang terus menguatkan pembinaan kemandirian melalui program budidaya jamur tiram yang kini mampu menghasi...
SelengkapnyaMalang – Warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Malang yang berada di Ngajum melaksanakan kegiatan...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari