Malang - Usai meninjau langsung program pembinaan kemandirian, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yulius Sahruzah, bersama jajaran Lapas Kelas I Malang melanjutkan kegiatan dengan diskusi santai terkait pembinaan warga binaan(10/02). Diskusi tersebut diikuti oleh Kalapas Malang beserta pejabat struktural sebagai ruang dialog terbuka dan evaluatif. Pembahasan diawali dengan pemaparan mengenai pembinaan berbasis asimilasi yang dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan arah kebijakan pembinaan yang berkelanjutan. Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada substansi pembinaan dan dampaknya bagi warga binaan serta masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Asmuri, selaku Kepala Bidang Kegiatan Kerja (Kabid Giatja), menyampaikan profil serta laporan terkini pengelolaan SAE L’SIMA. Beliau menjelaskan bahwa SAE merupakan pusat ketahanan pangan Pemasyarakatan Jawa Timur yang terus produktif mendukung program Asta Cita. “SAE tidak hanya menjadi sarana pembinaan berbasis asimilasi dan edukasi, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar,” ujar beliau. Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan mengapresiasi optimalisasi lahan seluas kurang lebih 20 hektare yang dimanfaatkan secara maksimal. “Optimalisasi lahan ini dapat menjadi laboratorium pembinaan berbasis asimilasi dan edukasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ungkap beliau.
Pembahasan selanjutnya difokuskan pada penguatan kualitas asimilasi dan integrasi warga binaan. Yulius Sahruzah menegaskan bahwa keberhasilan asimilasi merupakan indikator penting keberhasilan tugas dan peran Pemasyarakatan. “Setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk mendapatkan asimilasi, sepanjang mekanismenya sesuai prosedur, termasuk adanya penurunan risiko dan penetapan melalui Sidang TPP,” tegas beliau. Terkait integrasi, beliau mengingatkan bahwa integrasi merupakan hak warga binaan yang harus dipenuhi dengan persyaratan yang jelas dan terukur. “Tugas kita sebagai petugas Pemasyarakatan adalah memastikan seluruh prosedur berjalan dengan baik, dengan standar tinggi, melalui penurunan risiko, perilaku baik, serta keaktifan dalam pembinaan,” pungkas beliau.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Malang - Usai meninjau langsung program pembinaan kemandirian, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jende...
SelengkapnyaMalang - Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yulius Sahruzah, melaksanakan kunjungan kerja ke Lapas K...
SelengkapnyaMalang — Lapas Kelas I Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak layanan kesehatan bagi warga binaan melalui kegiatan V...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang Beserta Jajaran Mengucapkan
Selamat Hari Pers Nasional 2026
“Pers Sehat, Ekonom...
SelengkapnyaMalang - Dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Teguh Pamuji jajaran Lapas Malang melaksanakan...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Negeri Malang, khususnya Fakultas Pendi...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari