Malang – Lapas Kelas I Malang menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Negeri Malang, khususnya Fakultas Pendidikan, sebagai upaya memperkuat pembinaan berbasis edukasi di lingkungan pemasyarakatan (07/02). Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Malang yang berlokasi di Ngajum, Kabupaten Malang. Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib dengan dihadiri jajaran kedua belah pihak. Sebagai agenda tambahan, acara dirangkai dengan kegiatan panen kacang tanah hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Kegiatan ini mencerminkan keterpaduan antara pembinaan intelektual dan penguatan kemandirian.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Negeri Malang diwakili oleh Kukuh Miroso Raharjo, S.Pd., M.Pd., selaku Sekretaris Departemen Pendidikan Non Formal Fakultas Pendidikan UM. Kehadiran perwakilan UM menandai komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan di Lapas Kelas I Malang. Ruang lingkup kerja sama diarahkan untuk penguatan proses pendidikan, pengembangan penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis pemasyarakatan. Para tamu undangan juga meninjau secara singkat lokasi panen kacang tanah di area SAE Ngajum. Hasil panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang telah berjalan secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa SAE tidak hanya berfungsi sebagai tempat kerja, tetapi juga ruang pembelajaran produktif bagi warga binaan.
Kegiatan penandatanganan perjanjian kerja sama ini turut disaksikan oleh Yusri Hansyah dari Malang Tahes Club (MTC), dosen Universitas Brawijaya, mitra investor, serta mahasiswa Universitas Negeri Malang. Kalapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji menyampaikan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. “Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif, sekaligus membuka ruang pendidikan dan penelitian di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Kalapas. Beliau menambahkan bahwa panen kacang tanah yang ditampilkan merupakan bukti nyata keberhasilan pembinaan kemandirian yang dijalankan. Menurut beliau, SAE Lapas Kelas I Malang di Ngajum akan terus dikembangkan sebagai pusat pembelajaran yang produktif dan berkelanjutan. Beliau berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat luas ke depan.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas#SetahunBerdampak
#ImipasSetahunBergerakBerdampak
#Lapasmalang
Malang - Usai meninjau langsung program pembinaan kemandirian, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jende...
SelengkapnyaMalang - Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Yulius Sahruzah, melaksanakan kunjungan kerja ke Lapas K...
SelengkapnyaMalang — Lapas Kelas I Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak layanan kesehatan bagi warga binaan melalui kegiatan V...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang Beserta Jajaran Mengucapkan
Selamat Hari Pers Nasional 2026
“Pers Sehat, Ekonom...
SelengkapnyaMalang - Dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Teguh Pamuji jajaran Lapas Malang melaksanakan...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Negeri Malang, khususnya Fakultas Pendi...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari