MALANG – Lapas Kelas I Malang kembali menggelar razia gabungan dan tes urine bagi warga binaan pada Selasa malam (22/9). Berbeda dari pelaksanaan razia rutin sebelumnya, kegiatan kali ini melibatkan kekuatan personel yang lebih besar dengan dukungan 62 aparat penegak hukum (APH) dari luar Lapas Malang. Dukungan tersebut terdiri dari 21 personel Brimob Batalyon B Pelopor Malang, 20 personel Polresta Malang Kota, 10 personel BNN Kota Malang, serta 11 personel Koramil Blimbing. Sementara itu, Lapas Malang menerjunkan 132 personel untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan razia dan memastikan pelaksanaan berjalan aman, tertib, serta sesuai prosedur.
Sebelum pelaksanaan razia, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel gabungan yang dipimpin oleh Plh. Kalapas sekaligus Kabid Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Yuliawan Dwi Nugroho. Dalam arahannya, Yuliawan menegaskan bahwa razia merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) di lingkungan Lapas Malang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud dukungan Lapas Malang terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin 6 tentang pemberantasan peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan). Ia meminta seluruh personel melaksanakan razia secara sungguh-sungguh, tetap berpedoman pada prosedur yang berlaku, serta mengedepankan pendekatan yang humanis selama melakukan pemeriksaan.
Usai apel, pembagian tugas dan penempatan personel dilakukan oleh Kepala Satuan Pengamanan Lapas (Kasat KPLP), Sahril Efendi. Petugas kemudian bergerak menuju Blok Udayana 1 dan Udayana 2 yang merupakan blok hunian narapidana kasus narkoba sekaligus terdapat kamar yang dihuni warga binaan tamping. Penyisiran dilakukan secara acak terhadap 18 kamar hunian di kedua blok tersebut. Pemeriksaan difokuskan pada deteksi dini terhadap keberadaan barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Pada saat yang sama, BNN Kota Malang juga melaksanakan tes urine secara acak terhadap 50 warga binaan sebagai bagian dari langkah pencegahan dan deteksi terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, barang-barang hasil temuan kemudian dikumpulkan dan dilakukan inventarisasi. Dari penyisiran 18 kamar tersebut, petugas tidak menemukan narkoba. Satu unit telepon seluler menjadi temuan utama dalam razia, sementara sejumlah benda berbahan logam seperti pisau, sendok, dan potongan besi turut diamankan. Hasil tes urine terhadap 50 warga binaan yang dilakukan oleh personel BNN Kota Malang juga menunjukkan hasil negatif seluruhnya. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian razia gabungan bersama TNI, Polri, dan BNN berjalan dengan baik. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan narkoba. Petugas hanya mengamankan satu unit handphone dan beberapa benda berbahan logam seperti pisau, sendok, dan potongan besi. Sementara itu, seluruh hasil tes urine terhadap 50 warga binaan dinyatakan negatif,” ungkap Yuliawan Dwi Nugroho.
Yuliawan menambahkan, kegiatan razia merupakan langkah yang terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari penguatan keamanan dan pencegahan masuknya barang terlarang ke dalam Lapas. Razia dilaksanakan secara berkala sebanyak dua kali dalam satu minggu, baik melalui kegiatan internal maupun dengan melibatkan unsur TNI, Polri, dan BNN. “wujud keseriusan Lapas malang dalam mendukung 15 proaksi serta menindaklanjuti arahan dirjenpas, Razia terus kami lakukan secara konsisten, baik secara internal maupun bersama TNI, Polri, dan BNN. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan Lapas Malang tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang lainnya,” jelasnya.
Dari unsur Polresta Malang Kota, Kanit Reskrim Polsek Blimbing, Iptu Rudi Handoko, turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan razia gabungan tersebut. Ia menilai keberadaan handphone ilegal di dalam Lapas perlu menjadi perhatian bersama karena dapat menjadi sarana munculnya berbagai persoalan, termasuk penipuan. “Keberadaan handphone ilegal di dalam Lapas harus diberantas karena sering menjadi sumber berbagai persoalan, termasuk penipuan. Karena itu, kami akan terus memperkuat sinergi dengan Lapas Malang melalui kegiatan seperti ini, agar keamanan dan ketertiban di dalam Lapas dapat terus terjaga,” ujar Iptu Rudi Handoko.
Sementara itu, Penata Pemberantasan Narkotika BNN Kota Malang, AKBP Indro Susetiyo, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya secara langsung melakukan tes urine terhadap 50 warga binaan yang dipilih secara acak. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari sinergi BNN dengan Lapas Malang dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan. “Kami telah melaksanakan tes urine terhadap 50 warga binaan yang dipilih secara acak. Alhamdulillah, seluruh hasilnya negatif. Dari pemeriksaan dan razia yang dilakukan bersama, kami juga tidak menemukan adanya narkoba di blok hunian,” tutur Indro.
Pelaksanaan razia gabungan ini menjadi bentuk nyata sinergi Lapas Malang bersama TNI, Polri, dan BNN dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Dengan kekuatan 194 personel yang terlibat, kegiatan tidak hanya diarahkan untuk menemukan dan mengamankan barang terlarang, tetapi juga memperkuat deteksi dini serta membangun komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba dan penyalahgunaan handphone. Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga dan semakin kuat dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta pelaksanaan pembinaan yang kondusif bagi seluruh warga binaan di Lapas Kelas I Malang.
MALANG – Lapas Kelas I Malang kembali menggelar razia gabungan dan tes urine bagi warga binaan pada Selasa malam (22/9). Berbeda dari pelaksanaan r...
SelengkapnyaMalang - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Kelas I Malang melaksanakan pertemuan rutin bulan September, Sabtu (19/9). Pada kegiatan tersebut diaw...
SelengkapnyaMALANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang memperkuat sinergi pengamanan dengan Polresta Malang Kota melalui kunjungan si...
SelengkapnyaTurut berduka cita atas musibah yang menimpa Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Doa terbaik selalu menyertai para awak, penu...
SelengkapnyaPerhargaan setingi-tingginya untuk dedikasi rekan-rekan kita yang gugur dalam menjalankan tugas negara.
Jejak pengabdian mereka ak...
SelengkapnyaMalang– Pengarahan kembali jajaran pengamanan Lapas Kelas I Malang digelar di Aula Museum Pendjara Lowokwaroe, Jumat (11/9)....
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari