MALANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menerima kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media beserta Tenaga Ahli Menteri Rahmad Wahyudi dalam rangka evaluasi dan penguatan pelayanan publik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur Kusnali serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono, dan disambut oleh Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar beserta jajaran pada Selasa sore(28/07). Rangkaian peninjauan diawali dari area kunjungan, kemudian berlanjut ke ruang pelayanan kunjungan serta Klinik Lapas Kelas I Malang untuk melihat secara langsung kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat maupun warga binaan.
Peninjauan kemudian berlanjut ke Dapur Sehat Lapas Kelas I Malang yang saat ini tengah menjalani proses revitalisasi. Rombongan melihat secara langsung progres renovasi di setiap ruangan yang telah rampung dikerjakan meskipun belum seluruh fasilitas dipindahkan ke bangunan baru. Selain meninjau fasilitas, Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli juga menyaksikan proses penyajian makanan bagi warga binaan bahkan mencicipi langsung menu yang disajikan pada hari tersebut. "Revitalisasi memang sedang berjalan, tetapi kualitas pelayanan tidak boleh menurun. Justru di tengah proses ini standar kebersihan, keamanan pangan, dan mutu layanan harus tetap dijaga," tegas Staf Khusus Menteri. Beliau juga mengaku terkesan dengan kualitas makanan yang disiapkan. "Menu yang disajikan sudah baik, tertata, dan layak. Ini menunjukkan adanya komitmen untuk memenuhi hak warga binaan melalui pelayanan konsumsi yang berkualitas," ungkapnya.
Di Kantin Primkopasindo, Tenaga Ahli Menteri berdialog langsung dengan sejumlah warga binaan guna memastikan implementasi kebijakan satu harga yang telah ditetapkan oleh Inkopasindo. Dari hasil dialog tersebut, warga binaan menyampaikan bahwa seluruh barang dijual sesuai harga yang telah ditetapkan tanpa adanya perbedaan harga di dalam lapas. Rahmad Wahyudi menegaskan bahwa kebijakan satu harga merupakan bentuk perlindungan terhadap hak warga binaan. "Kami ingin memastikan tidak ada disparitas harga. Syukurlah, dari dialog yang kami lakukan, warga binaan merasakan langsung manfaat kebijakan ini sehingga kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi dengan lebih adil dan transparan," katanya.
Rombongan selanjutnya mengunjungi blok hunian Keamanan maksimum untuk berdialog secara terbuka dengan warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri mempersilakan warga binaan menyampaikan secara langsung apabila masih terdapat pelayanan yang perlu diperbaiki. Namun, warga binaan justru menyampaikan apresiasi atas peningkatan kualitas pelayanan yang dirasakan selama ini, khususnya pada aspek penyajian makanan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri menyampaikan, "Masukan dari warga binaan menjadi bahan evaluasi yang sangat penting. Kami ingin memastikan pelayanan terus mengalami perbaikan dan berjalan sesuai prinsip Pemasyarakatan yang humanis."
Pada sektor pembinaan kepribadian, rombongan meninjau ruang belajar Program Pendidikan Kesetaraan yang menjadi wadah bagi warga binaan untuk menyelesaikan pendidikan formal. Dalam arahannya, Staf Khusus Menteri menekankan pentingnya pembaruan data pendidikan warga binaan secara berkala agar program pembinaan dapat berjalan lebih tepat sasaran. "Data pendidikan harus terus diperbarui. Jangan menunggu mereka datang, tetapi jemput bola. Ajak warga binaan yang belum menyelesaikan wajib belajar agar memanfaatkan Program Pendidikan Kesetaraan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," pesannya.
Kunjungan kemudian berlanjut ke berbagai program pembinaan kemandirian yang menjadi unggulan Lapas Kelas I Malang. Rombongan meninjau pengelolaan sampah terpadu yang dipadukan dengan budidaya maggot, budidaya jamur tiram yang secara konsisten mampu menghasilkan panen sekitar 35 kilogram setiap hari, hingga galeri hasil karya warga binaan berupa lukisan dan Batik Tulis Lowokwaroe. Salah satu karya batik bermotif Topeng Malangan bahkan menarik perhatian rombongan karena dinilai memiliki nilai seni sekaligus potensi ekonomi yang tinggi. Rahmad Wahyudi mengapresiasi berbagai program tersebut. "Inilah wajah pembinaan yang sesungguhnya. Program-program seperti ini bukan hanya membekali keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri warga binaan agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kebijakan pemberian premi kepada warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian. Menurutnya, keberadaan buku tabungan menjadi bukti bahwa hasil kerja warga binaan benar-benar dihargai sekaligus menjadi bekal ekonomi saat bebas nanti. "Premi yang diberikan bukan sekadar penghargaan atas hasil kerja, tetapi investasi harapan bagi masa depan mereka. Ke depan, kami berharap sistem ini dapat terus dikembangkan hingga terintegrasi dalam rekening perbankan sehingga pelayanan menjadi semakin modern, akuntabel, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga binaan," ungkapnya.
Menjelang akhir kunjungan, rombongan mengikuti paparan mengenai pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L'SIMA Ngajum seluas 20,5 hektare di Workshop Batik Tulis Lowokwaroe. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa kawasan SAE memiliki potensi besar mendukung percepatan program ketahanan pangan sesuai 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Namun demikian, hampir setengah dari luas kawasan masih berupa lahan miring dan terasering yang memerlukan penataan lebih lanjut. Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media menyampaikan bahwa potensi SAE L'SIMA Ngajum sangat menjanjikan. "Potensinya sangat besar dan perlu terus dioptimalkan. Tantangan kondisi lahan ini menjadi perhatian bersama agar pengembangannya semakin maksimal dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.
Menutup rangkaian kunjungan, Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar menyampaikan apresiasi atas perhatian, arahan, dan berbagai masukan yang diberikan selama pelaksanaan kunjungan kerja tersebut. Menurutnya, seluruh catatan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembinaan di Lapas Kelas I Malang. "Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta arahan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan, menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, serta memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara optimal demi mewujudkan Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat," tutup Christo.
MALANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menerima kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media beserta Tenaga A...
SelengkapnyaMalang - Suasana Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Malang (SAE L'SIMA) dipenuhi rasa syukur dengan lahirnya seekor anak sapi be...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui...
SelengkapnyaKami sampaikan kepada masyarakat bahwa pengaduan periode Januari - Maret 2026 telah diserap dan ditangani dengan baik. Aspirasi sobat adalah inspir...
SelengkapnyaMalang - Usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo...
SelengkapnyaLembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Lapangan Senopati, Kamis...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari