Malang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang berkolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya menghadirkan layanan kesehatan gratis dan pameran karya warga binaan dalam kegiatan Car Free Day (CFD) Kota Malang, Minggu (19/7). Berlokasi di Jalan Semeru, tepat di deretan panggung utama CFD Ijen, booth Lapas Malang menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat. Puluhan pengunjung silih berganti mendatangi stan untuk melihat hasil karya warga binaan sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan petugas dan tenaga kesehatan Lapas Malang.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut merupakan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia sekaligus tindak lanjut 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pelaksanaan bakti sosial pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebanyak 100 orang berhasil memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kepala Seksi Perawatan Lapas Kelas I Malang, Moch. Agung Bachtiar, yang memimpin langsung jajaran petugas dan tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan di ruang publik menjadi momentum untuk semakin mendekatkan Pemasyarakatan dengan masyarakat. "Kegiatan bakti sosial memang terus kami galakkan di Lapas Malang. Namun, yang spesial pada pagi ini kami dapat memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat di ruang publik. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menunjukkan bahwa Pemasyarakatan juga hadir untuk melayani masyarakat," ungkap Agung.
Tidak kalah menarik, booth pameran karya warga binaan juga dipadati pengunjung yang ingin melihat sekaligus membeli berbagai produk hasil pembinaan kemandirian. Beragam karya dipamerkan, mulai dari batik tulis, lukisan, kaos sablon, hingga produk kuliner seperti kopi, sari kedelai, telur asin, dan tempe. Kepala Seksi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Malang, Agung Fajar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan kualitas karya warga binaan kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan terhadap hasil pembinaan di dalam Lapas. "Kami terus berupaya mengenalkan karya warga binaan kepada masyarakat. Alhamdulillah masyarakat memberikan respons yang sangat positif. Kami juga menyampaikan bahwa sebagian hasil penjualan produk ini dikembalikan kepada warga binaan yang tercatat pada buku tabungan premi sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan kreativitas mereka selama mengikuti program pembinaan," jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Tris Santoso, yang turut meninjau pelaksanaan CFD Ijen dan menyempatkan diri mengunjungi booth Lapas Malang. Selain mengapresiasi konsep kegiatan, Tris juga membeli sejumlah produk hasil karya warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian. "CFD merupakan ruang publik yang sangat tepat untuk mengenalkan berbagai produk dan karya dari Lapas kepada masyarakat. Semoga apresiasi yang diberikan masyarakat hari ini menjadi penyemangat bagi teman-teman warga binaan untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat," tuturnya.
Suasana booth semakin semarak dengan aksi live painting yang dilakukan oleh pembina seni lukis Lapas Malang, Pak Tri, petugas Bimbingan Kerja yang selama ini membina warga binaan di bidang seni rupa. Selama kurang lebih 40 menit, Pak Tri melukis secara langsung suasana Car Free Day di hadapan para pengunjung. Atraksi tersebut menarik perhatian masyarakat yang berkumpul menyaksikan proses melukis, bahkan beberapa pengunjung turut mencoba menggoreskan kuas di atas kanvas. Interaksi tersebut menghadirkan ruang apresiasi yang hangat antara masyarakat dengan karya seni hasil pembinaan di Lapas Malang.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang memadukan pelayanan publik, pembinaan kemandirian, dan kolaborasi bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran petugas dan mahasiswa yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. "Kami berharap kegiatan seperti ini semakin membuka ruang interaksi antara Lapas dengan masyarakat. Melalui pelayanan kesehatan dan pameran karya warga binaan, masyarakat dapat melihat bahwa Lapas bukan semata-mata tempat menjalani pidana, tetapi juga tempat pembinaan yang membentuk keterampilan, produktivitas, dan harapan baru bagi warga binaan. Dukungan serta apresiasi masyarakat terhadap karya mereka menjadi energi positif agar warga binaan semakin termotivasi untuk terus berkarya dan mempersiapkan diri kembali sebagai pribadi yang lebih baik," pungkas Kalapas.
Malang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang berkolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya menghadirkan layanan kes...
Selengkapnya
MALANG – Komitmen menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional dan pembinaan yang berdampak mendapat perhatian lang...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menjadi tuan rumah kegiatan Sinkronisasi dan Koordinasi Strategi Mewujudkan Pe...
Selengkapnya
Malang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai bagian dari...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari