Malang – Lapas Kelas I Malang menyelenggarakan Pelatihan Tata Boga dan Jasa Boga bagi Petugas Pemasyarakatan bekerja sama dengan Balai Pusat Latihan Perhotelan Brawijaya Malang, Kamis (21/05). Kegiatan ini diikuti sebanyak 34 peserta yang berasal dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, yakni LPP Malang, Lapas Kelas I Surabaya, Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Rutan Kelas IIB Bangil, Rutan Kelas IIB Kraksaan, serta Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya. Pelatihan dibuka secara langsung oleh Kepala Seksi Perawatan Lapas Kelas I Malang, Agung Bachtiar, sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas pelayanan dapur bagi warga binaan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh pihak Balai Pusat Latihan Perhotelan Brawijaya Malang. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya peningkatan kompetensi petugas dalam pengelolaan makanan yang higienis, aman, dan sesuai standar pelayanan Pemasyarakatan.
Dalam sesi materi, Chef Pamungkas dari El Hotel memberikan pemaparan terkait standar pengelolaan dapur dan jasa boga yang baik dan benar. Materi yang disampaikan meliputi sanitasi dapur, kebersihan bahan makanan, tata cara pengolahan makanan yang sehat, hingga sistem distribusi makanan kepada warga binaan. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan standar kebersihan dalam setiap proses penyajian makanan guna mendukung kesehatan warga binaan. Selain memperkuat kemampuan teknis petugas dapur, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya dapur sehat di lingkungan Pemasyarakatan. Standar pelayanan makanan yang baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan. “Sanitasi dan Higienitas itu penting, karena makanan yang kita sajikan bukan hanya untuk kenyang, namun untuk sehat!,” ungkap Chef Pamungkas.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petugas dapur menjadi bagian penting dalam optimalisasi pelayanan Pemasyarakatan. “Pelayanan terhadap warga binaan baik yang berisi banyak maupun sedikit, kita sebagai petugas dapur harus memiliki sertifikasi-sertifikasi supaya ketika ada penilaian nantinya kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal, dan ini mungkin salah satu persyaratan dapur sehat yang sudah dicanangkan oleh Dirjenpas,” ujar beliau. Beliau juga menegaskan bahwa penguatan kompetensi SDM menjadi fokus Lapas Malang dalam mendukung pelayanan yang profesional dan sesuai standar. Pada akhir kegiatan, dilaksanakan penyerahan sertifikat pelatihan dari Balai Pusat Latihan Perhotelan Brawijaya Malang kepada Kalapas Malang sebagai simbol sinergi dan dukungan peningkatan kualitas pelayanan Pemasyarakatan. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pengelolaan dapur di lingkungan Pemasyarakatan.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak#Kemenimipas#SetahunBerdampak#ImipasSetahunBergerakBerdampak#sorryguebeda#ayoberubah@christo.toar
Malang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Rumah...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke DPRD...
SelengkapnyaMalang – Kunjungan Tim Korwas Polsus Ditbinmas Polda Jawa Timur ke Lapas Kelas I Malang tidak hanya difokuskan pada monitorin...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang menyelenggarakan Pelatihan Tata Boga dan Jasa Boga bagi Petugas Pemasyarakatan bekerja sama den...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menerima kunjungan Tim Korwas Polsus Ditbinmas Polda Jawa Timur dalam rangka monitoring dan pengawas...
SelengkapnyaMALANG - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, melaksanakan kunjungan silaturahmi dan koor...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari