Malang - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang melaksanakan ibadah peringatan Kenaikan Yesus Kristus bersama warga binaan Nasrani di Gereja “Pembaharuan” Lapas Malang, Kamis pagi (14/05). Kegiatan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh penghayatan dengan diikuti langsung oleh Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Afat Jagobus dari Bethany Yestoya Malang yang menyampaikan pesan penguatan iman dan pengharapan kepada seluruh jemaat yang hadir. Dalam khotbahnya, beliau mengajak warga binaan untuk memandang hidup sebagai kesempatan berharga untuk semakin dekat dan melayani Tuhan. Suasana ibadah berlangsung hangat dengan penuh penghayatan dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Dalam khotbahnya, Pendeta Afat Jagobus menyampaikan bahwa kehidupan yang dimiliki setiap manusia merupakan kesempatan berharga untuk melayani Tuhan dan memperbaiki diri. Beliau menegaskan bahwa setiap manusia memiliki nilai istimewa di mata Tuhan karena kasih-Nya yang begitu besar kepada umat manusia. “Hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan. Kita semua berharga dan istimewa di mata Tuhan karena kasih-Nya yang tidak pernah meninggalkan kita,” ujar beliau di hadapan warga binaan. Pesan tersebut disampaikan sebagai penguatan spiritual agar warga binaan tetap memiliki harapan serta semangat menjalani proses pembinaan selama berada di dalam lapas. Melalui ibadah tersebut, warga binaan juga diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memaknai kehidupan dengan penuh rasa syukur.
Sementara itu, Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, dalam kesaksiannya menyampaikan bahwa setiap hari yang dijalani merupakan anugerah dan kesempatan yang diberikan Tuhan kepada manusia. Beliau mengajak warga binaan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan aktif mengikuti seluruh program pembinaan, khususnya pembinaan kepribadian melalui kegiatan ibadah dan kerohanian. “Hari ini adalah kesempatan bagi kita semua karena anugerah Tuhan. Ikuti pembinaan dengan baik, termasuk ibadah, karena itu menjadi bagian penting dalam perubahan diri sekaligus syarat untuk mendapatkan hak integrasi,” tegas beliau. Kalapas juga menekankan bahwa pembinaan kerohanian menjadi salah satu pondasi penting dalam membentuk karakter dan perilaku positif warga binaan selama menjalani masa pidana. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Malang berharap warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan memiliki nilai spiritual yang kuat.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak #Kemenimipas #SetahunBerdampak #ImipasSetahunBergerakBerdampak #sorryguebeda #ayoberubah
Segenap Keluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Memperingati Kenaikan Yesus Kristus
“Yesus yang t...
SelengkapnyaMalang - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang melaksanakan ibadah peringatan Kenaikan Yesus Kristus bersama warga binaan Nasrani di Gereja “Pembah...
SelengkapnyaMalang - Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Neger...
SelengkapnyaMalang, (13/05) Sebanyak 76 warga binaan peserta Admisi Orientasi (AO) angkatan 217 Lapas Kelas I Malang mendapatkan materi p...
SelengkapnyaMalang - Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Malang, Setyo Prabowo, bertindak sebagai pembina apel pagi yang diikuti oleh pejabat str...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang kembali melaksanakan kegiatan panen kangkung yang berada di area sekitar blok hunian pada Selas...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari