Malang - Rangkaian kegiatan diseminasi penataan lingkungan hidup di SAE L’SIMA Ngajum yang diawali dengan apel dan dilanjutkan penanaman 250 pohon berlangsung penuh semangat dan kolaborasi lintas instansi(26/03). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI dan Lapas Malang dalam mendukung mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan. Usai penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan panen simbolis kacang tanah sebagai bagian dari program ketahanan pangan SAE. Momentum ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan pengelolaan lahan, tetapi juga hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Dalam suasana penuh kehangatan, Waaster Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo bersama Kalapas Malang, Teguh Pamuji, turut meninjau langsung area pertanian. Interaksi langsung pun terjalin antara pimpinan dengan warga binaan yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.
Waaster Kasad menyempatkan diri berdialog dengan warga binaan yang tengah mengelola lahan kacang tanah. Diketahui, sebanyak 27 warga binaan mengikuti program asimilasi di SAE, dengan 14 orang di antaranya mengelola lahan seluas 10 hektar untuk budidaya kacang tanah yang merupakan kerjasama dengan PT PRIME 4.0. Beliau menyampaikan apresiasi atas semangat dan kerja keras yang ditunjukkan dalam mengelola lahan produktif tersebut. Selain itu, beliau juga memberikan motivasi agar warga binaan terus menjaga konsistensi dalam berkontribusi positif. “Kami mengapresiasi upaya yang telah dilakukan, ini menjadi bukti bahwa saudara-saudara mampu kembali ke masyarakat dan turut mengabdi untuk bangsa dan negara,” ujar beliau. Waaster juga berharap hak-hak warga binaan dapat terpenuhi secara optimal seiring dengan proses pembinaan yang dijalani.
Menanggapi hal tersebut, Kalapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menegaskan komitmennya dalam memastikan pemenuhan hak warga binaan berjalan sesuai ketentuan. Beliau menyampaikan bahwa berbagai hak, termasuk remisi dan hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bersyarat, akan diberikan secara maksimal apabila warga binaan menunjukkan perubahan positif. “Kami memastikan bahwa setiap warga binaan yang berperilaku baik dan aktif dalam program pembinaan akan mendapatkan haknya sesuai aturan yang berlaku,” tutur beliau. Menurut beliau, keterlibatan dalam program SAE menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan tanggung jawab. Dengan demikian, pembinaan yang dijalankan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi negara.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak#Kemenimipas#SetahunBerdampak#ImipasSetahunBergerakBerdampak#Lapasmalang
Malang - Rangkaian kegiatan diseminasi penataan lingkungan hidup di SAE L’SIMA Ngajum yang diawali dengan apel dan dilanjutkan penanaman 250 pohon...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang menjadi tuan rumah kegiatan diseminasi penataan lingkungan hidup dalam rangka mitigasi bencana Tahun Angga...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang sukses menyelenggarakan layanan kunjungan khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang berlangsung selama tiga hari, mulai...
SelengkapnyaMALANG – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0818/Malang-Batu, Mayor Czi Sultoni, melaksanakan kunjungan ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang menggelar layanan kunjungan hari khusus Idul Fitri 1447H edisi pertama dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Seja...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang menggelar penyerahan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026 usai pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari