Malang– Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi petugas SAE Ngajum Lapas Kelas I Malang, Sabtu (7/11). Kegiatan yang berlangsung di Kantor SAE Ngajum ini merupakan bagian dari program pemberdayaan SAE L’Sima berbasis evidensi empirik untuk penguatan kemandirian ekonomi produktif. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam mengembangkan potensi hasil produksi SAE. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Magistyo Purboyo P., M.E., dilanjutkan sambutan perwakilan petugas SAE L’Sima, Eko Angger, serta Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Emma Yunika Puspasari, M.Pd. Melalui konsep Training of Trainer, petugas diharapkan mampu menjadi instruktur yang dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan kepada warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi pengolahan limbah sayuran dan daun menjadi kompos organik melalui pengenalan produk KONIK yang disampaikan oleh Agung Witjoro, M.Kes. Pelatihan dilanjutkan dengan praktik pengolahan telur dan edamame menjadi produk pangan berupa pancake yang dipandu oleh mahasiswa Jurusan Tata Boga Universitas Negeri Malang. Petugas SAE L’Sima terlibat langsung dalam proses pengolahan hingga menghasilkan produk pangan. Sejalan dengan potensi pertanian SAE, pengembangan produk pancake ke depan berpeluang dilakukan dengan menyesuaikan bahan baku edamame menjadi kedelai hasil pertanian SAE L’Sima. Tim Pengabdian Masyarakat juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah produk dan potensi usaha SAE, termasuk hasil peternakan ayam petelur. Pada kesempatan tersebut, diserahkan pula bantuan berupa peralatan memasak untuk pembuatan pancake dan pupuk KONIK guna mendukung keberlanjutan program.
Kabid Giatja Lapas Kelas I Malang, Joko Prayitno, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan pendampingan yang diberikan oleh Tim Pengabdian Masyarakat UM. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi petugas untuk meningkatkan kompetensi dalam mengolah hasil pertanian dan peternakan serta memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini tidak berhenti pada petugas saja, tetapi dapat ditransfer kepada warga binaan melalui praktik secara langsung. Potensi hasil pertanian dan peternakan SAE L’Sima perlu terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan dapat mendukung kegiatan ekonomi produktif”, ungkapnya. Ia juga berharap sinergi dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan SAE L’Sima. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Malang– Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) bag...
SelengkapnyaMALANG – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Ke-2 Tahun 2026, Lapas Kelas I Malang menggelar aksi bersih-b...
SelengkapnyaMALANG – Lapas Kelas I Malang melalui tim Aranjep FC menggelar pertandingan persahabatan mini soccer melawan tim gabungan BNN...
SelengkapnyaTerima kasih atas kepercayaan dan penilaian yang diberikan kepada Lapas Kelas I Malang melalui Survei Kepuasan Masyarakat (F03) Pemantauan dan Eval...
SelengkapnyaTerima kasih atas kepercayaan dan penilaian yang diberikan kepada Lapas Kelas I Malang melalui Survei Kepuasan Masyarakat (F03) Pemantauan dan Eval...
SelengkapnyaMALANG – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-2, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menggelar kegiata...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari