Lapas Kelas I Malang mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, secara virtual pada Senin (7/9), yang diikuti seluruh jajaran Pemasyarakatan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Lapas Malang secara langsung dari Aula Museum Penjara Lowokwaroe. Kalapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, memerintahkan seluruh jajaran untuk hadir dan mengikuti pengarahan sekaligus melakukan absensi sebagai bentuk kedisiplinan. Dalam arahannya, Dirjenpas menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam, menjaga integritas dan profesionalitas petugas, memperkuat pengamanan, koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum, serta memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan berjalan sesuai ketentuan.
Usai mengikuti pengarahan tersebut, Kalapas kembali memberikan penguatan kepada seluruh jajaran terkait poin-poin yang disampaikan Dirjenpas, khususnya mengenai kewaspadaan terhadap potensi bencana. Mengingat Lapas Malang berada di wilayah yang relatif dekat dengan Gunung Semeru yang saat ini mengalami erupsi, jajaran diimbau untuk menjaga keselamatan diri dengan membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, menggunakan masker dan kacamata saat bepergian, serta senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. “Syukur sampai saat ini Lapas Malang belum terdampak langsung bencana alam, termasuk erupsi Gunung Semeru yang menjadi salah satu bencana terdekat dengan wilayah kita. Namun, kondisi tersebut bukan berarti kita boleh lengah. Kita harus tetap waspada, mempersiapkan diri, dan memastikan alat pelindung diri tersedia apabila sewaktu-waktu kondisi berubah,” tegas Kalapas
Sebagai tindak lanjut, Kalapas memerintahkan jajaran perawatan untuk menyiapkan masker bagi petugas dan warga binaan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak bencana. Selain itu, dilakukan inspeksi terhadap alat pelindung diri (APD), alat pemadam api ringan (APAR), serta berbagai sarana keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tersebar di sejumlah titik di lingkungan Lapas Malang. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi baik dan dapat digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan kerja dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kalapas juga mengingatkan seluruh jajaran untuk senantiasa bersyukur karena hingga saat ini wilayah Malang masih dalam kondisi aman dari bencana alam yang berarti. Namun demikian, kewaspadaan dan kepedulian tetap harus dijaga bersama. Seluruh petugas diminta untuk saling mengingatkan, peduli terhadap kondisi lingkungan maupun sesama, serta turut berprihatin terhadap masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah. “Kita patut bersyukur karena sampai saat ini kondisi di Malang masih aman. Tetapi kita juga harus tetap peduli dan prihatin kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana. Mari kita jaga diri, jaga lingkungan, saling mengingatkan, dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar kita semua senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan,” pesan Kalapas.
Lapas Kelas I Malang mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, secara virtual pada Senin (7/9), yang diikuti selu...
SelengkapnyaMalang – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan psikologis warga binaan terus dikembangkan melalui berbagai program pembinaan produkti...
SelengkapnyaMalang – Lapas Kelas I Malang terus memperkuat peran kader kesehatan di lingkungan blok hunian. Sebanyak 22 Warga Binaan yang...
SelengkapnyaMalang – Pagi ini, Kamis(03/09) suasana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang diwarnai pengarahan khusus bagi warga binaan...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Selamat Hari Lahir ke-81 Ke...
SelengkapnyaMalang - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang menjalani Monitoring dan Evaluasi (Monev) mempertahankan Zona Integrit...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari