Malang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, melaksanakan pembinaan, monitoring, pengawasan, dan pengendalian (Bintorwasdal) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Jumat (03/07). Kegiatan diawali dengan melakukan kontrol terhadap petugas Pintu Utama (P2U) yang bertugas di area portir, termasuk pelaksanaan pemeriksaan badan dan barang bawaan sesuai standar operasional prosedur. Dalam kesempatan tersebut, Kusnali menegaskan bahwa setiap orang yang memasuki Lapas wajib menjalani pemeriksaan tanpa terkecuali sebagai bentuk komitmen terhadap deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Tidak hanya memberikan arahan, beliau juga memberikan teladan dengan mempersilakan petugas melakukan penggeledahan secara menyeluruh terhadap dirinya. Langkah tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi penerapan SOP bagi seluruh pihak yang memasuki lingkungan Lapas.
Usai menjalani pemeriksaan, Kusnali langsung menitipkan telepon genggam pribadinya ke loker penitipan sebelum melintasi Pintu 3 menuju area blok hunian. Beliau menegaskan bahwa komitmen mewujudkan Zero Halinar harus diawali dari integritas setiap petugas, termasuk pimpinan yang harus menjadi contoh dalam menaati seluruh ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kepemimpinan yang baik tidak hanya diwujudkan melalui perintah, tetapi juga melalui keteladanan dalam tindakan sehari-hari. Sikap tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya integritas di lingkungan Lapas Malang serta meningkatkan kepercayaan terhadap pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Selanjutnya, Kusnali bersama jajaran melaksanakan Salat Jumat berjamaah bersama warga binaan di Masjid At-Taubah Lapas Malang.
Usai menunaikan Salat Jumat, Kusnali memberikan arahan secara langsung kepada petugas dan ribuan warga binaan yang mengikuti ibadah di Masjid At-Taubah. Dalam kesempatan tersebut, beliau memperkenalkan diri karena menjadi momen pertama bertatap muka secara langsung dengan seluruh warga binaan muslim di Lapas Malang sejak menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur. Beliau mengajak seluruh warga binaan untuk menjalani masa pidana sebagai proses pembinaan yang memberikan pelajaran dan kesempatan memperbaiki diri. Kusnali mengingatkan bahwa setiap orang tentu tidak pernah menginginkan berada di dalam Lapas, namun setiap peristiwa yang terjadi hendaknya dimaknai sebagai bagian dari rencana Tuhan yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan selama penyampaian arahan.
Dalam pesannya, Kusnali juga mengajak seluruh warga binaan untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di lingkungan Lapas Malang. "Tidak ada seorang pun yang bercita-cita menjalani kehidupan di dalam Lapas. Namun ketika Allah menakdirkan kita berada di sini, jadikanlah masa pembinaan ini sebagai kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Lapas ini adalah rumah kita saat ini, dan kita semua adalah satu keluarga. Karena itu, mari kita jaga rumah ini bersama-sama dengan menciptakan suasana yang aman, tertib, dan harmonis," pesan beliau. Arahan tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh seluruh jamaah yang hadir. Melalui pendekatan yang humanis, beliau berharap semangat pembinaan dapat tumbuh dari kesadaran setiap warga binaan.
Dalam kesempatan yang sama, Kusnali juga memberikan penekanan kepada seluruh petugas yang mengikuti Salat Jumat mengenai tiga kunci mewujudkan Pemasyarakatan yang aman dan kondusif. Pertama, beliau mengajak seluruh petugas untuk menjaga kekompakan dan soliditas dalam bekerja, karena keamanan tidak dapat diwujudkan tanpa sinergi antarpegawai. Kedua, beliau mengingatkan agar seluruh hak warga binaan diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tanpa adanya persyaratan maupun imbalan di luar aturan yang berlaku. Ketiga, beliau mengajak seluruh jajaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) secara profesional, berintegritas, dan penuh tanggung jawab. Menurut beliau, apabila ketiga prinsip tersebut dijalankan secara konsisten, maka keamanan dan ketertiban di dalam Lapas akan terpelihara dengan baik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan.
Kegiatan Bintorwasdal ini menjadi wujud komitmen Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur dalam memastikan penyelenggaraan Pemasyarakatan berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat budaya integritas di lingkungan Lapas Kelas I Malang. Keteladanan yang ditunjukkan Kusnali dalam mematuhi prosedur keamanan menjadi pesan bahwa penerapan Zero Halinar dimulai dari disiplin seluruh insan Pemasyarakatan tanpa pengecualian. Di sisi lain, pembinaan secara langsung kepada warga binaan mempertegas bahwa proses Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan kembali ke masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam mendukung pemberantasan Halinar serta penguatan keamanan dan ketertiban di satuan kerja Pemasyarakatan.
Malang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, melaksanakan pembinaan, monitoring, pengawasan, dan pengenda...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang menggelar Pelatihan dan Lokakarya Penguatan Tata Kelola Unit Usaha yang diinis...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan, Eksa Ra...
SelengkapnyaMalang - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang kembali mengoptimalkan pemanfaatan SAE L'SIMA yang berlokasi di Ngajum sebagai...
SelengkapnyaKepala Lembaga Pemasyarakan Kelas I Malang
Christo Victor Nixon Toar Beserta Jajaran Mengucapkan
Selamat Hari Bhayangkara Ke...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menghadiri kegiatan Farmer Field Day (FFD)...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari