Malang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang bersama Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang (BRMP TAKA) Kementerian Pertanian terus mempercepat rencana pengembangan budidaya kedelai di SAE L'SIMA Ngajum sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Brigjen Pol. Drs. Mashudi, terkait optimalisasi lahan produktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kepala BRMP TAKA, Nuraini Herawati, didampingi Tim Teknis, Suhartini selaku Humas, serta Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus peneliti senior Ir. Abdullah Taufiq, melaksanakan peninjauan langsung ke kawasan SAE L'SIMA Ngajum. Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, beserta jajaran sebagai bagian dari tindak lanjut audiensi yang sebelumnya telah dilaksanakan. Peninjauan lapangan menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan lahan sebelum program budidaya kedelai memasuki tahap implementasi. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Pertanian dalam mendukung Program Aksi Kemenimipas Tahun 2026, khususnya penguatan ketahanan pangan melalui pembinaan kemandirian warga binaan.
Dalam peninjauan tersebut, tim BRMP TAKA melakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi lahan, karakteristik tanah, sumber pengairan, serta kesiapan sarana pendukung budidaya. Tim juga memberikan berbagai rekomendasi teknis mulai dari tahapan pengolahan lahan, pemilihan varietas benih unggul, pola tanam, hingga berbagai persiapan yang harus dilakukan sebelum proses penanaman dimulai. Berdasarkan hasil observasi, tim BRMP TAKA menyampaikan bahwa kawasan SAE L'SIMA Ngajum memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai lokasi budidaya kedelai. Namun, mengingat sebagian besar wilayah memiliki kontur berbukit dan bergunung, tidak seluruh area dapat dimanfaatkan untuk penanaman. Untuk tahap awal, lahan seluas kurang lebih dua hektare dinilai memenuhi kriteria teknis dan direkomendasikan sebagai lokasi awal pengembangan budidaya kedelai. "Hasil peninjauan menunjukkan bahwa SAE L'SIMA Ngajum memiliki potensi yang baik untuk pengembangan kedelai. Walaupun tidak semua lahan bisa dimanfaatkan, namun dengan rekomendasi teknis yang tepat kita bisa memaksimalkan yang ada," ujar Nuraini Herawati.
Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Kepala Malang meminta tim BRMP TAKA menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai acuan pelaksanaan budidaya kedelai pada lahan seluas kurang lebih dua hektare. Selanjutnya bersama jajaran, beliau juga menyatakan kesiapan untuk segera mempersiapkan lahan sesuai rekomendasi teknis yang telah diberikan agar proses penanaman dapat segera direalisasikan. Langkah ini menjadi bentuk keseriusan Lapas Malang dalam menerjemahkan arahan pimpinan menjadi program yang terukur dan berkelanjutan. "Seluruh perkembangan percepatan rencana pengembangan budidaya kedelai di SAE L'SIMA Ngajum akan kami tindak lanjuti secara bertahap dan kami laporkan langsung kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk akuntabilitas atas pelaksanaan arahan pimpinan. Kami berkomitmen memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rekomendasi teknis sehingga memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan nasional sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan," tegas Christo.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan tindak lanjut yang cepat dan terarah atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan melalui penguatan koordinasi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Lapas Kelas I Malang, dan BRMP TAKA Kementerian Pertanian. Sinergi lintas kementerian ini menjadi fondasi penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif SAE L'SIMA Ngajum sebagai kawasan pengembangan komoditas kedelai. Selain mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional, pengembangan tersebut juga memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui transfer pengetahuan, pendampingan teknis, dan praktik pertanian modern yang berkelanjutan. Dengan tahapan yang terus berjalan secara sistematis, SAE L'SIMA Ngajum diharapkan mampu menjadi model pembinaan berbasis agribisnis yang produktif sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap implementasi Asta Cita Presiden dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak#Kemenimipas#SetahunBerdampak#ImipasSetahunBergerakBerdampak#ayoberubah#sorryguebeda#inirumahkita#LSIMApastimelayani@christo.toar
Malang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menghadiri kegiatan Farmer Field Day (FFD)...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang bersama Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang (BRMP TAKA) Kem...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang terus memperkuat implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 melalui optimalisasi ke...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang kembali melaksanakan kegiatan rolling gembok sebagai agenda rutin pengamanan yang kali ini dilaksanakan di Blok Udaya...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang tengah melaksanakan Program Bulan Membangun SDM, sebuah program pengembangan kompetensi yang diikuti oleh seluruh pet...
SelengkapnyaMalang - Lapas Kelas I Malang menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Senop...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari