Malang - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Malang yang terletak di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Senin (28/7). Kunjungan ini merupakan bagian dari program akselerasi ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan warga binaan sebagai wujud dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agus didampingi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji serta jajaran pemasyarkatan Jawa timur. Kehadiran jajaran Forkopimda Kota dan Kabupaten Malang turut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program ini. Puluhan warga binaan yang sedang menjalani asimilasi di SAE juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Tak tanggung, Agus Andrianto langsung tanam 3 komoditas yaitu kedelai edamame, kacang tanah, dan kubis manis yang merupakan tanaman bernilai ekonomis tinggi. Menteri Agus menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret bagaimana pembinaan di lapas bisa terintegrasi dengan program nasional. Adapun rincian penanaman dimulai dari komoditas edamame yang ditanam di lahan seluas 1.300 meter persegi dengan total 20 kilogram bibit. Kemudian, kacang tanah ditanam di lahan simbolis seluas 840 meter persegi dengan 15 kilogram bibit, hasil kerja sama dengan mitra PT PRIME 4.0. Sedangkan kubis manis ditanam di lahan seluas 1 hektar dengan jumlah bibit mencapai 35.000 bermitra dengan Universitas Negeri Malang dan PT Foongso untuk pemasarannya. Ketiga komoditas ini dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar serta mendukung diversifikasi pangan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir, dimulai dari pembinaan di dalam lapas.
Menteri Agus mengapresiasi keberhasilan SAE Ngajum sebagai sarana reintegrasi sosial berbasis edukasi dan produktivitas. Menimipas menilai SAE memiliki potensi besar menjadi tempat produktif bagi Warga Binaan melalui kegiatan peternakan ayam, kambing, sapi, serta perkebunan kacang, edamame, dan kubis. “Keberhasilan pemanfaatan SAE menjadi model pembinaan melalui pemberdayaan Warga Binaan yang secara langsung menyentuh aspek keterampilan dan kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat,” pujinya. Ia menyebutkan bahwa pemberdayaan warga binaan tak lagi hanya pada soal pembinaan moral dan menciptakan bekal keterampilan yang berguna pasca-pembebasan, namun juga membersamai warga binaan untuk memberikan dampak atau manfaat kepada masyarkat luas. Tak hanya melakukan penanaman, Menimipas juga menyaksikan penandatangan Perjanjian Kerja Sama Lapas Malang dengan mitra-mitra tersebut.
Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono melaporkan kepada Menimipas bahwa SAE L'SIMA Ngajum berdiri di atas lahan seluas 20,5 hektare dengan pemanfaatan lahan aktif mencapai 11,3 hektare. Saat ini, 16 Warga Binaan diberdayakan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, hingga wisata alam dan lintasan downhill. “Namun, tenaga kerja kurang mencukupi, tetapi kami pemasyarakatan Jawa Timur bertekad dengan menambah tenaga kerja melakui warga binaan yang telah memenuhi syarat. Kami bertekad menjadikan SAE L'SIMA Ngajum sebagai pusat ketahanan pangan layaknya seperti Nusakambangan,”ujar Kakanwil.
Sebagai tuan rumah Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menuturkan bahwa dengan adanya kunjungan Menimipas dan Dirjenpas, semangat jajaran dan warga binaan semakin terpacu. “Kami akan terus dorong pemanfaatan lahan dan potensi warga binaan melalui pelatihan dan kegiatan produktif lainnya,” ujar Teguh. Ia juga berharap kerja sama dengan pihak eksternal seperti PT PRIME 4.0, PT Foongso dan Universitas Malang dapat terus dikembangkan dalam mendukung program-program pertanian di SAE. Menurutnya, pelibatan warga binaan secara aktif menjadi kunci utama dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan sarana pertanian serta dialog langsung antara Menteri dan warga binaan yang sedang mengikuti program asimilasi. Warga binaan juga memperlihatkan hasil panen terdahulu dan menjelaskan proses budidaya yang mereka pelajari. Dukungan moral dan motivasi dari pimpinan pusat menjadi penyemangat baru bagi mereka dalam menjalani masa pidana. Selain memberikan harapan, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dari semangat pembinaan yang berorientasi pada hasil dan kemandirian. Melalui langkah ini, diharapkan warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan siap berkontribusi.
Keluarga Besar Lapas Kelas I Malang Mengucapkan
Selamat Ulang Tahun
Bapak Yuliawan Dw...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang kembali menunjukkan bahwa program pembinaan warga binaan mampu memberikan manfaat nyata b...
SelengkapnyaBalai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang meresmikan Griya Abhipraya Tumpang, Kamis (9/7), sebagai upaya memperluas jangkauan pembimbingan bagi k...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Narkotika...
SelengkapnyaMalang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan yang berorientasi p...
SelengkapnyaMalang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, melaksanakan monitoring pelayanan kunjungan...
Selengkapnya
Tetap Terhubung dengan Kami di Media Sosial dan Dapatkan Informasi Terbaru Setiap Hari